Salah satu kasus dengan merusak Border Gateway Protocol (kasus seperti ini sudah sering terjadi secara berkala) dapat berakibat lumpuhnya jaringan telekomunikasi.
Kasus yang sudah cukup lama terjadi namun masih sangat membekas di rakyat Amerika. Serangan besar besaran komputer yang menonaktifkan jutaan sistem dilakukan bersamaan saat serangan teroris. Serangan yang juga mengakibatkan hancurnya World Trade Center dan mengakibatkan korban jiwa dan kerugian yang tidak sedikit.
Seluruh jaringan telekomunikasi di pesisir timur Amerika sempat terputus dan memaksa orang menggunakan email untuk mengetahui keadaan orang yang dicintainya kemudian kembali terputus. Dengan mengirimkan super worm, menghancurkan BGP dan menonaktifkan DNS seorang penyerang dapat memutuskan salah satu critical komunikasi ketika dibutuhkan.
Jika seseorang dapat merusak Border Gateway Protocol yang digunakan oleh router backbone untuk berbagi informasi routing atau mengobrak-abrik serves DNS, internet itu sendiri akan terpecah - pecah.
Begini cara kerjanya, Ketika nama website diketik ke dalam browsernya atau klik 'kirim' untuk memulai sebuah email server domain name system menghasilkan alamat IP untuk tujuannya. Sebuah router milik ISP kemudian berkomunikasi kepada BGP untuk menemukan rute terbaik. Dalam tabel tersebut akan dibangun sebuah sistem autonom dimana merekan akan memberikan lalulintasnya.
Untuk menghadang data, aesvesdropper (sebutan untuk seseorang yang ikut mendengarkan rahasia orang) akan memberikan range IP address yang diinginkan sebagai target yang lebih sempit daripada yang diberikan ke jaringan lain.
Pemberian ini akan memberikan delay beberapa menit untuk menyebarkan ke seluruh dunia sebelum data menuju alamat tersebut mulai berdatangan ke jaringannya.
Serangan ini disebut membajak IP. Itulah yang digunakan unutk memadamkan jaringan.
Ini memperlihatkan bagaimana serangan seperti ini dapat ikut merusak selain serangan fisikal teroris terhadap negara seAdidaya Amerika
References
http://www.wired.com/threatlevel/tag/defcon/
http://craigchamberlain.com/library/malware/Skoudis%20-%20Infosec%27s%20Worst%20Nightmares%20Nov%202002.htm
wah bener2 bahaya sekali y.. satu jaringan penuh suatu negara di bajak bisa membuat semua orang kebingungan.. apa lagi sekarang zaman dimana hampir banyak orang banyak menggunakan dan membutuhkan internet.. apabila hal tersebut terjadi lagi pasti akan membuat kekacauan hampir di segala bidang..
BalasHapussetuju dengan penulis, saya melihat bahwa sekarang ini kelompok teroris memiliki sistem dan strategi yang sangat baik. hal ini terlihat pada saat serangan kelompok teroris kepada WTC yang sebelumnya kelompok tersebut telah melumpuhkan sistem informasi dan telekomunikasi terlebih dahulu. terlebih lagi, sistem komunikasi merupakan suatu alat vital di negara, khususnya pada sistem pertahanan dan keamanan negara yang merupakan core values negara tersebut. makasih coi.
BalasHapusini memang salah satu dampak teknologi yang bersifat negatif.Banyak sekali orang pintar tetapi tidak menggunakan ilmunya dijalan yang benar.Seperti contoh dalam kasus diatas bagaimana sekelompok orang yang menggunakan kepintarannya untuk merusak Border Gateway Protocol.
BalasHapuswooowwww.....so great :D
BalasHapusSayang sekali apabila penggunaan internet digunakan tidak sebagaimana mestinya. Seharusnya internet itu memudahkan kehidupan kita, bukan malah merugikan. Hal ini yang harus sangat diperhatikan.
BalasHapus