Jumat, 16 Maret 2012

FACE RECOGNITION USING MEDIA SOCIAL pengenalan wajah menggunakan media sosial

Home Security is one of the consideration for people who live in big city such as Jakarta. This system is used to prevent thief or burglar interrupt to someone house. In the other hands, social media is a matter that flares this recent year, almost everyone who have internet connection in their gadget using social media, such as Twitter. Home Security: Face Recognition Using Social Media will work when an intruder broke into the house, then a web cam will capture their picture. The picture will be uploaded automatically to Twitter and the status will be said “This person broke my house, do you know him?”

Itu adalah bunyi abstrak dari proyek saya dan beberapa teman beberapa waktu yang lalu. Menarik bukan? Dalam proses pengenalan wajah ini tidak diperlukan IA tinggi hanya menggunakan program ringan dan sebuah webcam serta teman yang banyak di media sosial,hehe ya mungkin pengembangan lebih lanjutnya seperti membuat sistem komputer yang dapat idle dan bangun seketika ketika sensor terkena objeknya.

FLow chart




Cara kerja sistem ini adalah

Ada sebuah sensor yang diletakan di pintu. Saat sistem dinyalakan dan pintu dibuka tanpa authorize maka sensor akan me "integer" webcam menyala seketika itupun webcam akan mendeteksi gerakan. Bila ada gerakan maka webcam akan mengcapturenya setiap ada gerakan dalam jangkauannya dan dengan cepat akan menguploadnya ke twitter dan flick (facebook pun juga bisa) seketika itu akan muncul di timeline anda yang akan diliat oleh temen - temen anda atau followers anda "Ada yang tahu siapa ini? orang ini masuk rumah saya tanpa izin . beserta fotonya ". Keuntungannya tentu saja bila teman anada melihatnya maka kemungkinan ia akan meresponnya dan dapat langsung membangunkan anda bahwa ada orang jahat (perampok) yang sudah masuk rumah anda sehingga dapat mencegahnya sebelum semuanya terlambat.

Jejaring Sosial bukan hanya sebagai Media social

Perkembangan media social seperti facebook, twitter, dan Flickr telah mendunia dan sangat pesat. Pada tahun ini saja jumlah pengguna internet mengalami oeningkatan sebesar 3.1% dari tahun 2011. Dari jumlah tersebut 1 dari 20 mengecek emailnya setiap hari minimal 20 kali sehari. Artinya setiap 45 menit sekali seorang pengguna internet mengecek kotak elektroniknya (dan untuk sekedar di ketahui saja di jejaring sosial seperti facebook dan twitter akan ada pemberitahuan email kepada email yang digunakan pada akun sosial tersebut berupa notifikasi dan mention yang diterima juga pada akun sosial pengguna). Sebanyak 3000 gambar bahkan lebih diunggah ke flickr setiap menitnya.

Memasuki jaman media sosial seperti ini tidak memiliki akun media sosial seakan dianggap kurang gaul. Banyak hal yang bisa dilakukan pada media sosial sehingga bisa lupa waktu. Kita bisa saling menyapa, mengeluarkan isi hati dengan menulis status, main game, mencari informasi, dan berbelanja.
Satu hal yang terpikirkan oleh saya yang juga akan di gunakan sebagai ide proyek saya beberapa waktu yang lalu , yaitu untuk memanfaatkan media sosial dengan menggunakannya sebagai media sosial sebagai face recognition.
Untuk lebih lanjutnya akan di jelaskan pada post berikutnya

Senin, 24 Oktober 2011

SENSOR KEAMANAN RUMAH DENGAN SISTEM YANG TERINTEGRASI

Dalam rangka pemenuhan tugas akhir kuliah Rangkaian Perangkat Lunak yang berbasis Objek Oriented tercetuslah ide ini.

Teknikal sistem
Sensor keamanan rumah yang dimaksud terdiri dari 2 sensor, yaitu sensor suhu dan sensor gerak. Kedua sensor ini akan diletakkan di dalam rumah yang akan terintegrasi real time dengan pihak keamanan komplek rumah atau langsung kepada kepolisian dan pemadam kebakaran.
Sensor suhu yang akan terdapat pada beberapa sudut rumah akan mendeteksi perubahan drastis suhu di dalam rumah (deteksi dini adanya kebakaran). Sensor gerak akan terdapat pada pintu – pintu dan jendela rumah ( untuk sistem ini dapat diaktifkan dan di nonaktifkan melalui password agar tidak terjadi penyalahan deteksi). Sistem akan secara real time melakukan pendeteksian yang terhubung melalui internet atau sistem wireless langsung kepada pihak berwajib. Begitu sistem aktif alarm pada pihak keamanan dan ponsel penghuni rumah (bila terhubung pada internet) akan berbunyi begitu ada perubahan drastis suhu dan pembukaan pintu atau jendela tanpa diketahui. Pihak keamanan dapat memeriksanya dengan segera sebelum semuanya telah terlambat

Dengan sistem pendeteksian dini seperti ini diharapkan kasus – kasus tersebut dapat berkurang.

PENANGANAN YANG LAMBAT UNTUK KASUS KEBAKARAN DAN PERAMPOKAN DI JAKARTA

Dalam hal keamanan ada 2 hal besar yang terpikirkan oleh saya , yaitu perampokan dan kebakaran. Mungkin karena pengalaman pribadi atau sekedar tahu dari media massa bahwa kedua hal tersebut dapat menimbulkan kerugian materi yang besar atau bahkan korban jiwa.
Pada salah satu kutipan di salah satu media massa “Kerugian Akibat Kebakaran di Jakarta Capai Rp 159 Miliar” hanya sejak januari 2011 hingga H+4 lebaran tahun ini.
Kepala Dinas Damkar dan PB DKI, Paimin Napitupulu, mengatakan secara rinci kerugian yang diakibatkan kebakaran yakni Rp 159.948.130.000 dari 626 kasus kebakaran yang terjadi di ibukota. Dari 626 kasus tersebut, selama bulan Ramadan dan lebaran 2011 telah terjadi 141 kasus kebakaran dengan total kerugian Rp 30.076.500.000. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 161 persen dari jumlah kasus kebakaran dalam periode yang sama pada tahun lalu yang hanya berjumlah 54 kasus dan selama 11 hari terakhir terhitung sejak masa mudik Lebaran 26 Agustus hingga 4 September 2011 terjadi 62 kasus kebakaran di Ibu Kota, Selain menimbulkan kerugian materi dua petugas pemadam , empat warga juga, dan korban jiwa terjadi akibat kebakaran tersebut.
Ada beberapa faktor yang memicu meningkatnya kasus kebakaran ini
• Ketidaksadaran penghuni rumah akan ada arus pendek listrik akibat kekurang waspadaan penghuni rumah apalagi bila seluruh penghuni tidak ada dirumah saat itu.
• Lambatnya penanganan saat kebakaran. Kita sering mendengar bahwa pemadam kebakaran datang saat api sudah menjalar besar dan sudah jatuh korban jiwa ataupun medan yang sulit karena letaknya di pemukiman padat penduduk dan tidak adanya sumber air.

Masalah besar yang kedua adalah perampokan dan pencurian saat penghuni rumah sedang tidak ada dirumah bahkan pelakunya tidak segan – segan melakukan pembunuhan untuk mendapatkan barang – barang di dalam rumah.
Seperti juga kutipan dari sebuah media massa “Rumah, Kantor/Ruko Masih Diincar Maling”
Sepanjang Juni lalu, tingkat kejahatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya relatif sama dengan kondisi Mei sebelumnya. Tercatat ada 1.794 kasus kriminalitas yang dilaporkan pada bulan lalu, atau turun 89 kasus dibanding Mei yang mencapi 1.883 kasus. Tindak kriminalitas bulan kemarin itu banyak terjadi di Jakarta Pusat. Jenis kejahatanya yang banyak terjadi adalah pencurian dengan pemberatan.
Sebanyak 1.794 kasus kriminalitas tersebut, berupa kejahatan pembunuhan, penganiayaan berat, pencurian dengan kekerasan (perampokan), pencurian dengan pemberatan (kemalingan dengan pelakunya lebih dulu melakukan perusakan, seperti merusak kunci pintu/jendela), pencurian kendaraan bermotor, pembakaran, perjudian, pemerasan/pengancaman, perkosaan, penyalahgunaan narkoba, dan kenakalan remaja.
Seperti yang telah di uraikan di atas bahwa kedua hal ini diperlukan adanya tindakan cepat pemadam kebakaran atau penegak hukum ataupun pihak – pihak keamanan yang dapat menangani untuk dapat mencegah dampak yang besar sebelum pihak – pihak yang berwenang datang mengurusnya.

Terinspirasi dari uraian di atas penulis muncul ide untuk mengembangkan sebuah sensor di dalam rumah yang terintegrasi dengan pihak keamanan namun tidak melanggar privasi penghuni rumah.

Selasa, 02 November 2010

Kasus Serangan teroris bersamaan serangan cyber

Salah satu kasus dengan merusak Border Gateway Protocol (kasus seperti ini sudah sering terjadi secara berkala) dapat berakibat lumpuhnya jaringan telekomunikasi.
Kasus yang sudah cukup lama terjadi namun masih sangat membekas di rakyat Amerika. Serangan besar besaran komputer yang menonaktifkan jutaan sistem dilakukan bersamaan saat serangan teroris. Serangan yang juga mengakibatkan hancurnya World Trade Center dan mengakibatkan korban jiwa dan kerugian yang tidak sedikit.
Seluruh jaringan telekomunikasi di pesisir timur Amerika sempat terputus dan memaksa orang menggunakan email untuk mengetahui keadaan orang yang dicintainya kemudian kembali terputus. Dengan mengirimkan super worm, menghancurkan BGP dan menonaktifkan DNS seorang penyerang dapat memutuskan salah satu critical komunikasi ketika dibutuhkan.
Jika seseorang dapat merusak Border Gateway Protocol yang digunakan oleh router backbone untuk berbagi informasi routing atau mengobrak-abrik serves DNS, internet itu sendiri akan terpecah - pecah.

Begini cara kerjanya, Ketika nama website diketik ke dalam browsernya atau klik 'kirim' untuk memulai sebuah email server domain name system menghasilkan alamat IP untuk tujuannya. Sebuah router milik ISP kemudian berkomunikasi kepada BGP untuk menemukan rute terbaik. Dalam tabel tersebut akan dibangun sebuah sistem autonom dimana merekan akan memberikan lalulintasnya.
Untuk menghadang data, aesvesdropper (sebutan untuk seseorang yang ikut mendengarkan rahasia orang) akan memberikan range IP address yang diinginkan sebagai target yang lebih sempit daripada yang diberikan ke jaringan lain.
Pemberian ini akan memberikan delay beberapa menit untuk menyebarkan ke seluruh dunia sebelum data menuju alamat tersebut mulai berdatangan ke jaringannya.
Serangan ini disebut membajak IP. Itulah yang digunakan unutk memadamkan jaringan.
Ini memperlihatkan bagaimana serangan seperti ini dapat ikut merusak selain serangan fisikal teroris terhadap negara seAdidaya Amerika

References
http://www.wired.com/threatlevel/tag/defcon/
http://craigchamberlain.com/library/malware/Skoudis%20-%20Infosec%27s%20Worst%20Nightmares%20Nov%202002.htm

BGP Attacks!!

Mungkin kalian akan asing bila mendengar BGP atau bahkan belum pernah mendengarnya.
BGP yang kepanjangan dari Border Gateway Protokol merupaka sebuah protokol yang akan menukar infomasi routing antara salah gateway host (dimana setiap router pasti memilikinya) dalam sebuah sistem koneksi Autonomous System (AS). BGP adalah protokol yang sering juga digunakan sebagai gateway (bisa ibaratkan sebagai pintu gerbang) di dalam internasional network (internet). Tabel routing tersebut berisi daftar router yang telah diketahui, alamat yang dapat dicapai dan biaya metric yang berhubungan dengan jalur jalur terbaik dan terdekat yang akan dipilih router untuk mengirimkan sebuah paket. Jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan.
BGP merupakan satu-satunya routing protocol yang dapat digunakan untuk menghubungkan dua organisasi besar yang berbeda kepentingan. Meskipun routing protocol jenis EGP bukan hanya BGP saja, namun tampaknya BGP sudah menjadi standar internasional untuk keperluan ini. Hal ini dikarenakan BGP memiliki fitur-fitur yang luar biasa banyak dan fleksibel.  BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP). Bisa dikatakan BGP adalah routing protokol yang rumit dan kompleks


Dunia Internet sebenarnya adalah dunia komunikasi data dengan banyak jalan menuju ke suatu situs di belahan Bumi lain. Routing protocol BGP yang bertindak sebagai pengatur jalan di Internet merupakan inti dari Internet yang sekarang ada

 Pentingnya BGP
Routing protocol BGP dapat diumpamakan sebagai divisi marketing dan promosi dalam sebuah perusahaan. Divisi marketing memiliki tugas menginformasikan dan memasarkan produk perusahaan tersebut. Divisi marketing memiliki tugas menyebarkan informasi seputar produk yang akan dijualnya. Dengan berbagai siasat dan algoritma di dalamnya, informasi tersebut disebarkan ke seluruh pihak yang menjadi target pasarnya. Tujuannya adalah agar mereka mengetahui apa produk tersebut dan di mana mereka bisa mendapatkannya. Selain itu, divisi marketing juga memiliki tugas melakukan survai pasar yang menjadi target penjualan produknya. Para pembeli dan pengecer produk juga akan memberikan informasi seputar keinginan dan kebutuhan mereka terhadap produk yang dijual perusahaan tersebut. Divisi marketing juga perlu mengetahui bagaimana kondisi, prosepek, rute perjalanan, karakteristik tertentu dari suatu daerah target penjualannya. Jika semua informasi tersebut sudah diketahui, maka akan diolah menjadi sebuah strategi marketing yang hebat.

BGP memiliki tugas yang kurang lebih sama dengan divisi marketing dan promosi pada sebuah perusahaan. Tugas utama dari BGP adalah memberikan informasi tentang apa yang dimiliki oleh sebuah organisasi ke dunia di luar. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan pada dunia luar alamat-alamat IP apa saja yang ada dalam jaringan tersebut. Setelah dikenal dari luar, server-server, perangkat jaringan, PC-PC dan perangkat komputer lainnya yang ada dalam jaringan tersebut juga dapat dijangkau dari dunia luar. Selain itu, informasi dari luar juga dikumpulkannya untuk keperluan organisasi tersebut berkomunikasi dengan dunia luar.

Dengan mengenal alamat-alamat IP yang ada di jaringan lain, maka para pengguna dalam jaringan Anda juga dapat menjangkau jaringan mereka. Sehingga terbukalah halaman Yahoo, Google, eBay, Youtube ,dan lain- lain

Setelah mengetahui dasar tentang apa itu  BGP dan betapa pentingnya BGP itu marilah kita tinjau salah satu ancaman potensial keamanan jaringan

BGP Attacks!
Serangan terhadap BGP merupakan lubang keamanan terbesar dalam berInternet
Salah satu teknik baru yang memanfaatkan routing protocol BGP (Border Gateway Protocol), membuat para hacker dapat memonitor lalu-lintas Internet yang tidak dilindungi di manapun di dunia ini, dan bahkan memodifikasi lalu-lintas Internet sebelum mencapai tujuan. Dapat dianalogikan seperti seorang agen inteligen yang menyusup, memata- matai bahkan menyabotase semua kegiatan targetnya yang berhubungan dengan internet.
Padahal dunia telah diingatkan ketika pada Juli 2008 ketika seorang peneliti keamanan Internet, Dan Kaminsky yang mengungkap celah berbahaya pada system DNS. Para peneliti keamanan berpendapat bahwa demonstrasi keamanan meruapakan sebuah kelemahan besar pada Internet. Menurut Peiter “Mudge” Zatko, seorang ahli komputer dan mantan anggota grup hacking Lopht,
yang bersaksi pada kongres tahun 1998 bahwa ia dapat melumpuhkan jaringan Internet hanya dalam waktu 30 menit dengan menggunakan serangan yang mirip dengan BGP, dan Zatko juga secara rahasia memberitahukan kepada agen pemerintah AS bagaimana caranya BGP dapat dimanfaatkan untuk penyadapan.



Siapapun dengan router BGP dapat mengganggu lalu-lintas data yang menuju ke alamat IP. Penyerangan hanya mengganggu lalu-lintas data yang menuju alamat yang akan diserang. Metode penyerangan menggunakan BGP dapat digunakan untuk mata-mata perusahaan, mata-mata negara, atau bahkan agen intelijen yang mencari data Internet tanpa harus melalui kerjasama dengan ISP. Penyadapan dengan menggunakan BGP sudah lama menjadi kelemahan yang bersifat teori, tapi tidak ada yang melakukan demonstrasi sampai Anton “Tony” Kapela, Direktur Data Center dan Jaringan di 5Nines Data, Alex Pilosov, CEO Pilosoft, menunjukkan teknik mereka pada konferensi para hacker, DefCon. Pasangan peneliti keamanan tersebut sukses membajak lalu-lintas Internet pada jaringan konferensi dan mengalihkannya ke sebuah sistem di kota New York sebelum me-routing kembali ka DefCon di Las Vegas.




Sangat mengerikan bukan? Bayangkan apabila data aliran dana sebuah bank, data -data penting sebuah perusahaan atau bahkan jaringan  sebuah kota atau negara dapat diketahui dan dimanipulasi, berapa kerugian yang akan tercipta ? Tentunya sebuah kerugian tak terbayangkan melihat betapa krusialnya jaringan di masa modern seperti ini. Hal ini harus dapat dicegah sebelum benar - benar terjadi, jangan melakukan hal "pengobatan" setelah "penyakit" sudah terjangkit, seperti yang sering dilakukan. Tantangannya ke depan untuk para security engineering di luar sana adalah bagaimana dapat menciptakan metode untuk mencegah hal ini atau bahkan menciptakan protokol baru yang lebih aman untuk dapat digunakan sebagai protokol pengganti BGP


References
http://searchtelecom.techtarget.com/sDefinition/0,,sid103_gci213813,00.html
http://computers-it.blogspot.com/2009/04/lubang-keamanan-terbesar-di-internet.html